Rabu, 21 November 2007

Laporan Modul 1 Prak. EL-2116

Laporan Modul 01

Mengenal Komponen, Rangkaian, dan Alat

Dhimas Lazuardi Noer (13405105) / Kelompok 67 / Senin, 24 September 2007

Asisten : Gerry Roy ( 13204228 )


Abstrak Percobaan modul satu ini bertujuan untuk mengetahui kegunaan dan pemakaian beberapa komponen elektronik yang sering dipergunakan dalam rangkaian elektronika, mengetahui fungsi dan sifat alat-alat serta mengetahuibeberapa cara penggunaan yang penting.

Pada praktikum kali ini, kami diperkenalkan oleh asisten beberapa komponen elektronik yang sering digunakan : resistor, transistor, kapasitor, LED, LDR, induktor. Tentang kegunaannya, bentuknya, dan cara kerjanya. Kami juga ditunjukkan bagaimana memakai alat-alat seperti multimeter, osiloskop, DC power supply,dan generator fungsi. Lalu kami menggunakan alat-alat tersebut untuk mengukur besar hambatan, tegangan, arus, juga frekuensi listrik yang ada/dihasilkan oleh komponen/alat tertentu.

I. Data Percobaan

A. Data Hasil Pengukuran

· Pengukuran Tegangan DC

TABEL 1. HASIL PENGUKURAN TEGANGAN DC

Skala pada Power Supply

Nilai pada Multimeter

Nilai pada Osiloskop

5 V

5,08 V

5 V

10 V

9,95 V

10 V

12 V

11,83 V

12 V

· Pengukuran Tegangan AC

Untuk mengetahui kebenaran data yang didapat pada osiloskop, maka nilai yang didapat harus diolah terlebih dahulu. Karena nilai yang terlihat ialah amplitudonya.

Rumusnya :

(skala terbaca)*2

√2

TABEL 2. HASIL PENGUKURAN TEGANGAN AC

Skala pada Generator Fungsi

Nilai pada Multimeter

Nilai pada Osiloskop

Frekuensi

Tegangan

Tegangan

Skala

Tegangan

10 Hz

0,5 V

0,6 V

0,34

0,480833

100 Hz

2 V

1,995 V

1,4

1,979899

1 kHz

5 V

4,96 V

1,4

4,242641

· Pengukuran Hambatan

Hasil Pengukuran Hambatan pada resistor ketiga menggunakan multimeter adalah : 5,06 kΩ

· Mengukur Frekuensi / Perioda

TABEL 3. HASIL PENGUKURAN FREKUENSI DAN PERIODA

Frek Generator Fungsi

Pembacaan Pada Osiloskop

Perioda (T, detik)

Frekuensi (f)

1 khz

0,004

250 Hz

10 kHz

0,00045

2222 Hz

20 kHz

0,00052

1923 Hz

II. Analisa Hasil Percobaan

Pada percobaan pengukuran tegangan DC, dapat dilihat bahwa nilai yang diberikan oleh multimeter berbeda dengan yang didapat dari osiloskop.

Yang perlu diperhatikan ialah, sebelum melakukan pengukuran, hendaknya alat-alat ukur itu harus dikalibrasi terlebih dahulu. Kalibrasi pada osiloskop cukup rumit terutama bagi yang baru pertama kali memakainya. Cara kalibrasinya ialah mengunakan kabel khusus yang bisa memastikan titik nol dari grafik yang ditampilkan. Setelah dikalibrasi, barulah osiloskop dapat digunakan.

Perbedaan hasil pada pengukuran tegangan ini bisa terjadi diindikasikan karena adanya kesalahan paralaks mata pada saat pembacaan skala. Skala yang diberikan pada multimeter digital berbentuk angka pasti dengan dua digit di belakang koma. Sedangkan, skala pada Power Supply dan Osiloskop bukanlah berbentuk angka. Pada Power Supply, nilai didapat dengan melihat skala analog yang tertera. Pembacaan skala ini tak mungkin dapat seakurat multimeter yang sampai dua digit di belakang koma. Selain karena ukuran skala & jarum yang kecil, kesalahan sudut pandang mata juga mempengaruhi perbedaan hasil yang terbaca. Bagitu pula pada osiloskop, grafik sinusoida yang terbaca mungkin terlihat menyilaukan, sehingga ada kesalahan pembacaan nilai.

Namun, perbedaan yang terjadi memanglah tidak signifikan. Hal ini terjadi karena keakuratan alat yang digunakan. Apalagi perhitungan kedua alat (multimeter & osiloskop) merupakan perhitungan digital.

Begitu pula pada pengukuran besar tegangan AC, hasil yang diberikan antara multimeter dengan osiloskop berbeda walaupun tidak terlalu besar. Namun kali ini, yang perlu diperhatikan ialah bahwa pada multimeter, nilai tegangan yang didapat ialah besar tegangan efektif. Sedangkan pada osiloskop berupa tegangan maksimal. Maka, untuk mengkonversikan hasil yang didapat pada osiloskop, perlu diolah terlebih dahulu datanya. Rumus yang digunakan ialah

Besar tegangan efektif = (skala terbaca)*2

√2

Setelah diolah, baru didapat nilai tegangan yang mendekati tegangan asli yang diberikan.

Pada pengukuran hambatan, kita mengukur sebuah resistor dengan menggunakan multimeter digital. Berbeda dengan pengukuran sebelumnya, untuk mencari nilai hambatan suatu benda, kita tak perlu mengaliri rangkaian dengan listrik. Kita dapat menghitung langsung nilai hambatan sebuah resistor dengan menempelkan ujung-ujung resistor ke ujung-ujung multimeter.

Pada kali ini, besar hambatan yang didapat dari pengukuran ialah sebesar 5,06 kΩ

Dalam mengukur frekuensi, kita mengunakan generator fungsi sebagai sumber arus dan osiloskop sebagai output jumlah frekuensi.

Pada pengukuran kali ini, terdapat perbedaan hasil yang signifikan antara besar frekuensi hasil settingan dengan hasil perhitungan, terutama poin pertama dan kedua. Hali ini bisa terjadi karena kesaahan dalam pembacaan skala maupun dalam penyetingan alat. Dikarenakan alat yang cukup rumit (bagi pemula), maka dalam mengatur frekuensi kami agak sedikit kebingungan. Hal ini bisa menjadi penyebab perbedaan pembacaan skala.

III. Kesimpulan

Dalam keseharian kita saat ini, hampir tak dapat dilepaskan dari adanya alat-alat listrik. Berbagai komponen elektronik sederhana seperti resistor, induktor, kapasitor, dan transistor bahkan memiliki kegunaan yang sangat besar. Setiap komponen listrik memiliki kegunaannya masing-masing dan memiliki sifat khas yang menyebabkannya berbeda dengan yang lain dan menjadi “spesial” ketika dipakai. LDR misalnya, hambatannya dapat berubah bergantung pada intensitas cahaya. Atau NTC dan PTC yang dapat berubah sesuai temperatur.

Alat-alat listrik yang sering kita temui dalam pengukuran antara lain ialah power supply, multimeter, osiloskop dan generator sinyal/fungsi.

Power supply dapat digunakan sebagai sumber arus searah (DC). Output pada Power supply ada 3 buah : kutub positif, kutub negatif, dan ground. Kita dapat mengatur berapa besar arus & teangan yang dikeluarkan power supply dengan memutar tombol yang ada.

Multimeter terbagi atas dua jenis : multimeter analog dan multimeter digital. Perbedaan kedua multimeter ini terletak pada pembacaan nilainya, kalau pada multimeter analog berbentuk jarum, maka pada multimeter digital didapat data langsung dalam bentuk angka. Multimeter dapat digunakan untuk menghitung besar arus, hambatan, dan tegangan, baik pada aliran searah (DC) maupun bolak-balik (DC).hanya saja, setiap pengukuran membutuhkan settingan yang berbeda pada multimeter.

Osiloskop digunakan untuk melihat bentuk sinyal yang sedang diamati. Dengan Osiloskop maka kita dapat mengetahui berapa frekuensi, periode dan tegangan dari sinyal. Dengan sedikit penyetelan kita juga bisa mengetahui beda fasa antara sinyal masukan dan sinyal keluaran.

Osiloskop terdiri dari dua bagian utama yaitu display dan panel kontrol. Display menyerupai tampilan layar televisi hanya saja tidak berwarna warni dan berfungsi sebagai tempat sinyal uji ditampilkan. Pada layar ini terdapat garis-garis melintang secara vertikal dan horizontal yang membentuk kotak-kotak dan disebut div. Arah horizontal mewakili sumbu waktu dan garis vertikal mewakili sumbu tegangan. Panel kontrol berisi tombol-tombol yang bisa digunakan untuk menyesuaikan tampilan di layar.

Generator sinyal atau generator fungsi digunakan sebagai sumber arus AC. Pada generator ini, kita dapat mengatur berapa frekuensi yang dikeluarkan. Kita juga dapat mengatur besar tegangannya.

Untuk melakukan pengukuran seperti hambatan, tegangan, dan arus, alat yang paling mudah digunakan ialah multimeter digital. Selain karena pengaturannya yang mudah, hasi yang didapatkan pun lebih akurat. Berbeda dengan osiloskop yang cukup rumit dalam pengaturan dan kalibrasinya.

Daftar Pustaka

[1]. Modul Praktikum.

[2]. http://www.google.com

[3]. Eniman,Syamsudin. Teori Rangkaian. 2002. Penerbit ITB

[4]. Barry Woolard, Elektronika Praktis

[5]. http://labdasar.ee.itb.ac.id